"kamu gimana sih? bisa liat ga?
"maaf bu..maaf."
"Oh..karyawan baru ya disini? pantas saja.."
Pria itu langsung pergi sehabis menabrakku. Dasar pria yang tidak bertanggung jawab. Karyawan baru seperti itu yang tidak tahu sopan santun. aahh..sudahlah, ngapain aku harus memikirkan karyawan baru itu.
"Bu berta !"
Dari kejauhan pak bos besar memanggilku.
"Iya pak, ada apa?"
"Begini bu, hari ini kita akan ada meeting penting bersama para manajer beberapa divisi mungkin setelah jam makan siang ini bu."
"oh begitu pak, siap pak. saya makan siang dulu kalo begitu pak. saya permisi dulu pak."
"silahkan."
Ahhh..rapat lagi hari ini. semangat berta! oya, aku harus cepat cepat selesaikan makan siangku ini, kalo sampai aku telat datang meeting nanti, aku bisa dimarahin bos.
"Selamat siang bapak ibu, mari kita mulai rapatnya saja yaa..tetapi sebelum memulai rapat, perkenalkan disini ada partner kita yang baru. silahkan pak perkenalkan diri."
"Selamat siang..perkenalkan sama saya Wisnu Anggara Mukti, kalian boleh memanggil saya pak Wisnu."
Lho..itu kan pria tadi yang menabrakku dan pergi begitu saja.. Teryata dia manajer divisi produksi yang baru, yah..kalo dilihat lihat ganteng juga ya. hahaha..ehhh..bertaaa! Fokus fokus..jangan memikirkan hal yang macam macam..
"Oke, sekarang kita mulai rapatnya yaa.."
***
"Bu bu..senyum dikit dong bu. jangan tegang dan kaku gitu kalo menjawab sapaan karyawan disini."
"Eh pak Wisnu, ada apa pak? Terserah saya mau senyum atau tidak.."
"Bukan gitu bu..pantas saja anda terkenal dengan sebutan IBU GALAK. hahahaha..masa lebih galak dari pak bos disini sih bu. ntar kalau kayak gitu terus ga punya temen lhooo di kantor."
Apaan sih..pagi pagi sudah bikin mood ku jelek kayak gini, bikin emosi aja.. ahh biarkan aja tu pak Wisnu mau cerewet apa. aku tinggalin pergi aja..
"Bu berta..gitu aja marah. Ntar mau makan siang bareng saya?"
"Pak Wisnu, maaf saya sibuk hari ini."
"Ayolah bu, daripada makan siang sendirian."
"Kalo sendirian, emang kenapa? saya sudah biasa sendirian."
"Yah..tidak apa apa bu, saya cuman ingin menebus kesalahan saya. Kemarin saya sudah menabrak bu berta lalu langsung pergi begitu saja, waktu itu saya lagi cepat cepat mempersiapkan meeting. Mau ya bu?"
"ahh..saya tidak bisa. saya sangat sibuk hari ini."
"ohh kalo begitu..nanti saya antar pulang."
"tidak, saya bawa mobil sendiri."
"Ya sudah, kalo begitu besok makan siang bareng saya. oke deh.."
"saya juga..."
Ya ampuuunnn ni anak, aku belum selesai bicara sudah ditinggal. Ah sudahlah kalau begitu..
***
Dari sejak saat makan siang itu, aku dekat dengan Wisnu. Tiap hari kami slalu makan siang bersama, bekerja bersama, pergi bersama setiap hari sabtu. Mulai saat itu aku merasa tidak sendirian, aku punya sahabat. Tanpa aku sadari ternyata aku mulai berubah..
"eh sejak ada pak Wisnu, bu Berta beda banget yaa..?"
"Iya, sekarang Bu Berta kalo kita sapa selalu senyum. sampai sampai kalau belum aku sapa malah disapa duluan."
"Oya? iya sih..bener. sekarang bu Berta beda banget deh. lebih kalem, biasanya selalu marah marah kalau kita sudah melakukan kesalahan kecil. bawaannya merengut terus.."
"eh..bu berta bu berta dateng. Selamat pagi bu berta.."
"eh..bu berta bu berta dateng. Selamat pagi bu berta.."
"Ya selamat pagi. ayo mulai bekerja, kita tidak ada waktu untuk mengobrol hal yang tidak penting."
"siap bu.."
Itulah yang sekarang karyawan bicarakan tentang aku, aku bisa melihat dari tatapan mereka yang berbeda. Dulu mereka menatapku takut dan benci, tapi sekarang mereka menatapku tenang dan bersahabat. Aku ingat saat Wisnu mengatakan suatu hal
Kita bukan hanya sebagai pemimpin mereka tapi kita juga harus menjadi sahabat yang siap mendengarkan keluhan mereka. Berhenti menutup dirimu untuk siapapun, karena hal itu bukannya memberikan kenyamanan tetapi malah memberikan amarah di dalam dirimu. Lihat sekelilingmu dan buatlah dunia ini senang karenamu
Itulah kata kata yang telah menghipnotisku, bukan hanya itu sebenarnya. Tapi Wisnu perlakukan aku sebagaimana mestinya. Dia selalu tidak takut untuk mendekati aku dan dia selalu menyadarkan aku bagaimana perlakukan orang lain dengan baik.. dan sekarang aku menyadari aku bukanlah BERTA yang dulu.
Temen temen, ini cerpen pertamaku. memang tidak begitu bagus..tapi aku butuh saran dan komentarnya ya temen temen. Terimakasih..
-SICIL-